Inabuyer 2026 Resmi Ditutup, Catatkan Nilai Transaksi Rp2,21 Triliun

JAKARTA – Gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 resmi ditutup pada hari ini. Adapun potensi nilai transaksi pada gelaran selama tiga hari tersebut mencapai Rp2,21 triliun.

Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Loto Srinaita Ginting menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan penutup Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis, 7 Mei.

“Kemudian selama pelaksanaan Inabuyer B2B2G Expo 2026 ini telah tercapai total transaksi belanja dan potensi kerja sama dari instansi BUMN dan usaha besar sebanyak Rp2,2 triliun,” ujar Loto.

Loto menekankan, dukungan terhadap pelaku usaha lokal tidak boleh hanya berhenti pada aksi beli putus, tetapi harus berlanjut pada kemitraan rantai pasok (supply chain) berkelanjutan.

“Mendukung UMKM tidak cukup hanya sekali-sekali membeli produknya. Dukungan akan berkelanjutan apabila kemitraannya adalah kemitraan rantai pasok. Ketika usaha besar maju, dia akan mengangkat UMKM di bawahnya,” kata dia.

Dia juga mengingatkan amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021, yang mana kementerian, lembaga dan pemerintah daerah diwajibkan mengalokasikan minimal 40 persen anggaran belanja mereka untuk produk UMKM.

Menurutnya, model kemitraan itu terbukti efektif di negara-negara maju dengan kontribusi di atas 41 persen.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah menegaskan, gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 telah bertransformasi menjadi kebutuhan strategis bagi sektor ritel nasional.

Menurutnya, ajang tersebut bukan lagi sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan platform vital untuk memperkuat rantai pasok industri ritel modern.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Budiharjo menyoroti, lonjakan kualitas para peserta UMKM.

Ia mencatat, perubahan signifikan pada kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi sesi business matching.

“Para pelaku UMKM kini sudah jauh lebih mengerti pentingnya business matching. Mereka datang dengan persiapan matang membawa kartu nama, katalog hingga contoh produk mumpuni,” tuturnya.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tahun pertama penyelenggaraan, yang mana banyak pelaku usaha masih belum memahami mekanisme pertemuan bisnis profesional.


Sebelumnya, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza resmi membuka kegiatan Inabuyer B2B2G Expo 2026 pada Selasa, 5 Mei.

Dalam sambutannya, Helvi menargetkan, nilai transaksi Inabuyer B2B2G Expo 2026 mencapai Rp2,5 triliun, naik signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Helvi menyampaikan, potensi pasar bagi pelaku UMKM sangat terbuka lebar, terutama melalui komitmen belanja pemerintah.

“Tahun lalu, kami mencatatkan transaksi sebesar Rp2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya,” ujarnya.

Source: https://voi.id/ekonomi/574307/inabuyer-2026-resmi-ditutup-catatkan-nilai-transaksi-rp2-21-triliun

Facebook
Twitter
WhatsApp