Erajaya siap bawa I’m Donut ? dari Jepang ke Indonesia bulan Oktober

Usai sukses bawa dan kembangkan Chagee di Indonesia, bisnis F&B ERAA siap bawa donat Jepang.

JAKARTA – Erajaya Food and Nourishment (EFN), lengan bisnis F&B PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), siap membawa jaringan donat asal Jepang, I’m Donut ?, ke Indonesia pada Oktober mendatang.

Kabar ini disampaikan Jeremy Sim Chee Ping, Direktur EFN, pada gelaran Public Expose Perseroan secara daring, Senin (29/6).

I’m Donut ? akan menjadi merek terbaru yang dibawa EFN ke Indonesia, setelah terkenal dengan Paris Baguette, Wetzel’s Pretzels, hingga Bacha Coffee dan Chagee.

Namun, Jeremy mengaku bahwa pengembangan gerai-gerai F&B tersebut tidak akan terlalu masif di tahun 2026, kecuali Chagee.

“Chagee, kita masih ada cukup banyak yang mau dikembangkan. Paris Baguette juga ada beberapa yang mau dikembangkan, tapi mungkin paling banyak nanti di I’m Donut ?,” jelasnya lebih lanjut.

Sebagai catatan, hingga akhir 2025, EFN memiliki total 77 gerai, dan sepanjang kuartal I 2026, EFN telah membuka 7 gerai baru – yang sebagian besar terdiri dari pengembangan Chagee, sehingga totalnya mencapai 84 pada akhir Maret 2026.

Jeremy menambahkan bahwa EFN juga akan mengumumkan akuisisi satu brand baru pada kuartal ketiga tahun 2026.

“Mudah-mudahan, kita mungkin akan keluarin satu merek lagi; minimum satu merek lagi, yang mungkin nanti kuartal berikut kita akan umumkan,” ujarnya.

Hingga akhir kuartal I 2026, kontribusi EFN terhadap pendapatan ERAA tercatat mencapai Rp858,78 miliar, naik 26,88% secara tahunan.

Kontribusi lini bisnis F&B tercatat paling kecil dibandingkan lini bisnis lainnya, seperti Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle – yang dipimpin PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL)– dan lini bisnis internasional di Singapura dan Malaysia, yang memiliki 242 gerai per kuartal I 2026.

Rencana ekspansi Grup Erajaya (ERAA)

Secara grup, untuk tahun 2026, ERAA telah menganggarkan belanja modal (capex) yang relatif tak berubah banyak dari tahun 2025. Namun, kondisi geopolitik yang bergejolak di awal tahun memaksa Perseroan harus berhati-hati dalam mengeluarkan capex.

“Secara umum, kami masih optimis berkembang, namun dengan penuh kehati-hatian,” ujar Patrick Adhiatmadja, Direktur dan Group Chief Strategy Officer (CSO) ERAA.

Menurutnya, penyesuaian capex juga telah dilakukan sejak kuartal I, memaksa Perseroan lebih konservatif dalam pengembangan jumlah toko dari target yang dicanangkan sebelumnya.

“Harapan kami, dengan kondisi yang tentunya membaik, Perang Teluk yang mungkin lebih jelas, kita bisa lebih ‘ngegas’ di semester kedua tahun ini,” imbuh Patrick. (ZH)

Source: https://www.idnfinancials.com/id/news/65351/erajaya-siap-bawa-im-donut-dari-jepang-ke-indonesia-bulan-oktober

Facebook
Twitter
WhatsApp