Jakarta, Beritasatu.com – Program nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 resmi dimulai pada 6 Maret 2026 melalui acara pembukaan di The Foodhall, Senayan City, Jakarta. Program ini menjadi momentum strategis untuk mendorong konsumsi domestik selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, pimpinan asosiasi ritel seperti HIPPINDO dan APPBI, serta perwakilan mitra strategis termasuk Lazada Indonesia.
Program BINA Lebaran 2026 berlangsung 6-30 Maret 2026 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan dan 80.000 outlet di seluruh Indonesia. Berbagai promo menarik hingga 70% ditawarkan untuk kategori produk fesyen, elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga kuliner. Total transaksi ditargetkan mencapai Rp53,38 triliun, meningkat sekitar 20% dibanding tahun lalu.
Menurut Airlangga Hartarto, pemerintah mendukung BINA melalui stimulus seperti diskon tarif transportasi hingga 30% (pesawat 17–18% untuk kelas ekonomi), bantuan sosial, serta pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah berharap program ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 hingga 5,5%, sekaligus memperkuat konsumsi domestik di tengah ketidakpastian global.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menekankan pentingnya kolaborasi antara ritel, UMKM, dan pariwisata. Sinergi ini diharapkan meningkatkan transaksi domestik sekaligus mendukung gerakan Bangga Berwisata di Indonesia.
Sementara itu, Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, menyampaikan bahwa kolaborasi dalam BINA Lebaran 2026 merupakan bagian dari komitmen Lazada untuk mendukung agenda penguatan ekonomi domestik melalui transformasi digital.
Ia mengatajkan Kolaborasi Lazada dengan HIPPINDO dalam program BINA Lebaran 2026 menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung agenda penguatan ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas ekosistem. Bersama HIPPINDO dan para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan bisa mendorong integrasi yang lebih erat antara industri ritel offline dan kanal digital agar momentum Ramadan dan Idulfitri dapat lebih optimal.
“Melalui kapabilitas teknologi dan pendekatan berbasis data, Lazada terus mendukung brand dan UMKM lokal Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri seperti yang terwujud dalam program BINA bisa meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Yovan.
Direktur The Foodhall, Lenny Tjandra, menambahkan bahwa BINA bukan sekadar program musiman, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pusat perbelanjaan telah menyiapkan stok produk dan promosi sejak awal tahun, mulai dari Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadan, untuk memastikan pengalaman berbelanja yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi masyarakat.
Program BINA Lebaran 2026 menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, asosiasi ritel, UMKM, dan mitra digital sebagai penggerak utama konsumsi domestik, sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Source: https://www.beritasatu.com/ekonomi/2974782/bina-lebaran-2026-resmi-digelar-target-transaksi-rp-53-triliun